Mengapa Mobil Menjadi Transportasi Terfavorit Pada Teror Bom?

Mengapa Mobil Menjadi Transportasi Terfavorit Pada Teror Bom?- Rasanya masih melekat kuat tentang kejadian teror bom di tiga gereja di Surabaya yang tepatnya terjadi pada hari Minggu 14 Mei 2018. Salah satu pelaku bom tersebut mengendarai mobil untuk melancarakan aksinya. Bukan kali pertama mobil dijadikan media untuk melancarkan aksi terorisme. Sebelum rentetan peristiwa bom yang terjadi di Surabaya, teror bom yang melibatkan mobil pun pernah terjadi pada Bom Bali I (2002) dan Kedubes Australia (2004).

Lalu, apa alasan mobil menjadi transportasi Favorit para pengebom ini?

Alasannya, tidak lain karena dapat menampung bahan peledak dalam jumlah banyak untuk melancarkan aksinya tersebut. Penggunaan mobil untuk melakukan aksi pengeboman kabarnya mulai tren sejak Septmeber 1920. Menurut kabar dari Asia Times, awal mulanya berasal dari  seorang imigran Italia bernama Mario Buda. Dia menggunakan gerobak kuda untuk meneror perusahaan JP Morgan dengan meledakan dinamit yang ada di dalamnya.

Sementara di Israel, sekelompok pro fasis, Stern Gang menggunakan satu unit truk berisi bahan peledak untuk membumi hanguskan kantor polisi Inggris di Haifa, Palestina. Setelah kejadian tersebut, pengeboman yang dilakukan oleh para teroris dengan mengendarai mobil menyebar ke negara-negara lain.

Alasan lainnya yang tidak kalah mengerikan yaitu, selain daya tampung peledak lebih banyak, bom mobil bisa diaktifkan dengan banyak cara yang berhubungan dengan fasilitas yang ada pada mobil. Contohnya seperti, saat pintu dibuka, mesin diaktifkan, pedal diinjak, atau menggunakan timer maka di setting bom akan meledak.

Bagaimana Otofreakers, mengerikan sekali, ya. Untuk mendapatkan berita-berita lainnya lihat saja di web kami otofreak.com.