Mitos Soal Mobil Ini Sering Dilakukan dan Ternyata Salah

Mitos Soal Mobil Ini Sering Dilakukan dan Ternyata Salah

Mitos Soal Mobil Ini Sering Dilakukan dan Ternyata Salah – Di era digital yang sudah banyak mengandalkan koneksi internet ini, masih ada saja segelintir orang yang percaya dengan beragam mitos soal per-mobilan. Mitos ini berasal dari leluhur kita yang masih dipraktekkan hingga sekarang sehingga mandarah-daging dan sulit dilepaskan. Padahal ternyata apa yang dilakukan pengendara mobil ini belum tentu benar bahkan tidak perlu dlakukan. Berikut ini beberapa mitos yang masih dipercaya bahkan dilakukan oleh pemilik mobil.

Memanaskan Mesin di Pagi Hari

Memanaskan Mesin di Pagi HariTujuan dari aktifitas ini sebenarnya baik, yakni agar temperatur mesin mencapai suhu optimal untuk bekerja sehingga ketika melaju, putaran mesin sudah merata. Di zaman now, cara ini kuno. Pasalnya, selain kuras bensin cukup banyak, pada dapur pacu mobil zaman now telah dibekali beberapa fitur yang berfungsi meningkatkan temperature secara instan, misalnya Thermostat, Idle Speed Control atau mekanisme peningkat putaran mesin saat mesin dingin hingga Cold Start Injection atau Cold Start Valve. Gantilah cara lama ini dengan waktu satu menit selepas starter mesin lalu mobil bisa langsung melaju.

Menginjak Pedal Gas Sesaat Sebelum Mematikan Mobil

Ada sering mendengar bunyi “bruuummm” sebelum mobil akhirnya mati saat parkir? Ini menjadi salah satu mitos yang masih dipercaya oleh segelintir orang untuk dilakukan. Beberapa orang meyakini bahwa tujuannya untuk mengisi setrum baterai selepas digunakan supaya terisi penuh sebelum dipakai lagi. Ini SALAH. Kenyataannya, sistem suplai listrik mobil yang bersumber dari alternator saat ini dilengkapi Integrated Circuit (IC) sebagai pengganti Cut Out Regulator. Komponen ini memiliki rentang batasan yang aman untuk menjembatani perpindahan setrum secara otomatis. Jadi, menginjak pedal gas sebelum mematikan mobil Cuma buang-buang bensin saja.

Menggoyang-goyang Mobil Saat Isi Bahan Bakar

Menggoyang-goyang Mobil Saat Isi Bahan BakarIni yang paling banyak dilakukan oleh pengendara mobil. Mereka berdalih agar bensin di leher tangka segera turun dan pengisian pun lebih cepat. Pemikiran ini cukup kuno karena sepertinya pengendara mengesampingkan zat cair yang bersifat menempati ruang, ditambah lagi dengan adanya gaya gravitasi. Tanpa harus digoyang-goyang pun secara otomatis bensin akan mengisi ruang kosong di tangki dan mendorong udara yang ada di dalam ruang tangki lewat saluran udara.

“Inreyen” Mobil Baru

Konon katanya pemilik mobil harus melakukan inreyen atau break in sejauh 1.000 Km untuk membuat seluruh komponen pada internal mesin beradaptasi dan presisi dengan aktual demi daya tahan yang tinggi. Sepertinya untuk mobil zaman now kebiasaan ini tidak perlu. Seiring perkembangan, teknologi fabrikasi juga semakin canggih dengan menghadirkan alat-alat yang lebih presisi. Ditambah lagi setelah masa produksi, mesin telah melalui serangkaian pengetesan untuk uji performanya termasuk saat mobil yang telah usai dirakit wajib melakukan beberapa test drive diatas roda dynamometer. Jadi, bisa dipastikan saat mobil telah mencapai tangan konsumen sudah dalam kondisi siap pakai.

artikel terkait: Dampak Buruk Berdirikan Wiper Saat Parkir

Tinggalkan sebuah komentar