Tips Memanaskan Motor Sesuai Prosedur

Tips Memanaskan Motor Sesuai Prosedur Agar menghasilkan peforma mesin yang maksimal saat berkendara, maka memanaskan mesin motor di pagi hari sudah menjadi kegiatan yang wajib dilakukan bagi pemilik kendaraan. Meski terdengar mudah untuk dilakukan, namun seringkali kegiatan ini dilupakan. Memanaskan mesin motor merupakan salah satu cara dalam dalam merawat performa motor. Kegiatan tersebut dapat dilakukan kira-kira lima menit sebelum motor digunakan. Meski demikian, cara menghidupkan motor saat memanaskan mesin juga perlu diperhatikan.

Meski terbilang sangat mudah, namun ternyata ada tata cara memanaskan motor yang baik dan benar. Berikut tips bagaimana cara menghidupkan motor yang baik sesuai prosedur.

1. Periksa Kapasitas Oli

 

Pertama, Anda dapat memeriksa kapasitas oli mesin dan oli transmisi. Hal ini dilakukan untuk menghindari kejadian oli habis saat ditengah jalan. Selain itu, cara ini dapat membantu mengetahui kualitas oli tersebut. Jangan sampai masalah mengenai oli mengganggu kenyamanan selama Anda berkendara.

2. Perhatikan Posisi Kunci Kontak

Selanjutnya yang perlu Anda lakukan yakni memastikan benar posisi Putar kunci kontak sampai posisi ON. Seperti halnya pada motor tipe matik perhatikan standar samping otomatis (Stide Stand Switch), pasalnya beberapa motor matik mesinnya tidak dapat dinyalakan jika standar samping dalam posisi turun.

3. Deteksi Lampu Malfunction Indicator Lamp (MIL).

Anda akan mengetahui adanya kerusakan pada sensor-sensor sistem injeksi, hal ini dapat diketahui saat lampu indikator MIL menyala. ECU akan mendeteksi kerusakan dengan munculnya beberapa kedipan pada lampu indikator MIL. Jika terdapat kedipan pada MIL berarti telah terjadi kerusakan pada sistem motor Anda. Maka dari itu, Anda dapat membawa motor Anda ke bengkel resmi terdekat untuk diperbaiki.

4. Memilih Starter

Terdapat dua jenis starter pada motor, yakni kick starter dan electric starter. Biasanya, pemilik motor menghidupkan motor dengan  jenis kick starter. Pasalnya, banyak yang beranggapan tegangan yang tersimpan pada baterai akan menjadi lebih awet. Padahal, dengan menggunakan electric starter pun, tegangan yang terbuang akan diisi kembali oleh regulator pada saat mesin menyala.

5. Memanaskan Mesin Motor

Terakhir, setelah motor dinyalakan untuk dipanaskan mesinnya, lebih baik untuk tidak langsung menarik gas secara kencang. Jika tidak dalam keadaan terburu-buru dan ingin langsung menggunakannya, sebaiknya Anda mengunakan kecepatan rendah terlebih dahulu. Pasalnya, hal ini akan berfungsi dalam memanaskan mesin agar oli bekerja lebih baik ke seluruh sektor mesin.

Itulah beberapa tips memanaskan mesin motor yang sesuai dengan prosedur, semoga tips-tips di atas dapat membantu Anda dalam merawat kendaraan motor agar tidak terjadi kerusakan.

Tinggalkan sebuah komentar